Jembatan Terseret Arus Sungai, Tiga Desa di Nosu Terisolasi

Foto Jembatan di Nosu sebelum terseret arus sungai (dok: FMS)
Mamasa, fokusmetrosulbar.com--Jembatan darurat yang menjadi pemghubung antara pusat Kecamatan Nosu dengan tiga desa disebrangnya, yakni Desa Minanga Timur, Desa Parinding, dan Desa Minanga ludes terbawa derasnya arus air sungai, Selasa(23/5).

Tingginya curah hujan beberapa minggu terakhir di hampir seluruh wilayah Mamasa menjadi penyebab utamanya. Padahal, menurut salah seorang warga, jembatan darurat yang terbuat dari bambu tersebut dibangun atas swadaya masyarakat. "Baru-baru ini dibangun atas prakarsa camat tapi karena arus sungai ini deras saat terjadi hujan maka jembatam tersebut hanya bertahan kurang lebih dua bulan," kata Yusak kepada fokusmetrosulbar.com via messengger, Kamis (24/5).

Secara ekonomi, Ia menyampaikan jembatan tersebut sangat strategis sebagai satu-satunya jalur penghubung antara tiga desa dengan ibukota kecamatan. "Memang  belum pernah dibuat sejak dari dulu, sudah berapa tahun diusulkan ke pemerintah tapi belum juga dibangun. Jalan satu-satunya diswadaya masyarakat," ucapnya.

Agar roda ekonomi tetap berputar, Ia menuturkan akhirnya penduduk Nosu yang berdomisili di luar menggelar aksi galang dana dan kumpul semen untuk membangun kembali jembatan yang rusak tersebut. "Sejak dibukanya aksi ini tanggal 25 Mei 2017, sampai saat ini telah tercatat 377 sak semen hasil bantuan masyarakat. Itu akan dipakai untuk memulai pembangunan kembali jembatan yang hanyut terbawa arus sumgai," tuturnya.

Yusak berharap masih ada lagi bantuan masyarakat, sehingga jembatan tersebut segera dirampungkan. "Bagi kelurga asal Nosu dimana saja berada, mari kita bahu membahu saling membantu. Apapun bantuan keluarga merupakan sumbangsi yang sangat berarti untuk membangun Nosu yang kita cintai," harapnya. (klp/har)

Related

MAMASA 3000813190214842711

Post a Comment

emo-but-icon

FOKUS METRO SULBAR

BERITA Populer Minggu Ini

item
close
Pemilihan Serentak Kabupaten Majene